HUTAN MANGROVE DENPASAR - BALI





Kali ini saya akan mengajak sahabat BaliHoky untuk berwisata ke sebuah objek wisata alam yaitu Ekowisata Hutan Bakau. Bagian selatan dari kota Denpasar secara alami dilindungi oleh gugusan “sabuk hijau” hutan bakau, yang terbuka untuk dikunjungi oleh wisatawan. Sambil jalan-jalan menikmati suasana alami hutan bakau kita akan belajar tentang ekosistem di hutan bakau berupa tumbuhan dan habitat hewan yang ada disana. Objek ini terletak di jalan By Pass Ngurah Rai Km. 21, Suwung Kauh, Denpasar, Bali Telp. 0361-726969. Nama resmi kawasan ini adalah Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai berdasarkan keputusan Menteri Kehutanan tanggal 15 September 1995. Nama Ngurah Rai diambil untuk mengenang jasa pahlawan kebanggaan masyarakat Bali I Gusti Ngurah Rai.

Berdasarkan letak geografisnya Tahura Ngurah Rai Denpasar berada pada segitiga emas pusat pariwisata di Provinsi Bali. Di sebelah timur pantai Sanur, sebelah barat Pantai Kuta dan di sebelah Selatan kawasan wisata Nusa Dua. Akses menuju Tahura Ngurah Rai sangat mudah hanya +/- 4 km dari Bandara Ngurah Rai. Memang tempat yang sangat strategis, jadi bagi yang dari pantai Kuta mau jalan ke Sanur atau sebaliknya, bisa mampir ke Hutan Bakau (Tahura) Ngurah Rai Denpasar.

Hutan Mangrove (bakau) ini adalah salah satu tempat favorit saya. Posisinya lumayan dekat dengan kota serta pusat wisata Kuta, terletak di bagian selatan kota Denpasar. Sumpek dengan suasana keramaian kota dan polusi kendaraannya, berada di sini serasa menemukan dunia baru di tengah kesumpekan itu. Sunyi, segar dan alami. Kicauan burung-burung, biawak yang berjalan dengan seenaknya sendiri, wangi khas lumpur laut, hamparan hijau pepohonan dengan burung-burung yang bertenger di puncak pohon bila berada di menaranya. Itulah sedikit gambaran hutan mangrove ini.

Alasan lain kenapa hutan mangrove ini menjadi tempat favorit saya adalah karena murah meriah (hehehe ketauan). Cuma dengan membayar tiket Rp. 5000,-/orang kita sudah dapat menikmati hutan mangrove yang bikin seger mata dan badan serta yg paling penting kita bisa menghirup dua sensasi udara secara sekaligus, udara pepohonan yang asri dan udara pantai yang menyegarkan. Hutan bakau membentang seluas 1.373 hektar dengan area untuk rekreasi seluas 200 hektar, hutan mangrove ini mempunyai fungsi utama sebagai penahan abrasi pantai serta rembesan air laut.

Selain itu fungsi yang lain sebagai habitat satwa (burung, reptilia, amphibi, udang dan ikan), serta sebagai tempat untuk berkembang biak jenis-jenis ikan, udang dan kepiting. Kemudian, karena merupakan habitat ikan, udang dan kepiting-kepiting serta nilai ekonomi, maka masyarakat memanfaatkan sebagai tempat mencari nafkah dan memenuhi sebagian kebutuhan hidupnya. Makanya masyarakat sekitar juga memanfaatkan kawasan hutan mangrove sebagai tempat memancing.

Keberadaan hutan mangrove di kota denpasar ini selain sebagai kawasan hijau, juga sebagai kawasan ekowisata. Di hutan mangrove ini menurut webnya kita dapat belajar tentang ekosistem hutan bakau sambil menikmati pemandangan. Ada semacam jembatan di tengah2 hutan mangrove, jadi gak perlu masuk lumpur hehe (kecuali yang seneng main lumpur), nah disepanjang jalan setapak ini kita bisa mendapat informasi tentang flora fauna dan penjelasan lainnya. Hutan Mangrove mempunyai jalan setapak dan jembatan di tengah-tengah hutan dengan 5 pondok peristirahatan, 2 tower dan 1 pondok untuk pengamatan burung.

Jadi pengunjung hutan Mangrove dapat menikmati panorama keindahan hutan mangrove dengan jalan santai sampai mengikuti hutan mangrove sepanjang +/- 1,4 km menuju pantai (tempat yang sangat cocok bagi yang senang joging). Pengunjung juga dapat melihat pemandangan sekitar Hutan Mangrove dari atas menara (tower). Juga tersedia tempat bersantai dan istirahat sambil menikmati alam dan satwa.

Selain itu, fasilitas yang terdapat di kawasan Tahura Ngurah Rai ini yaitu : Pura Candi Narmada (tempat ibadah umat Hindu), Klenteng Griya Konco Dwipayana (tempat ibadah umat Budha), Estuary Dam sebagai penampungan air sungai yang berfungsi juga sebagai pintu pengatur air kota Denpasar serta dimanfaatkan sebagai arena pemancingan ikan.
Fasilitas lainnya yaitu Mangrove Information Centre (MIC) dimana pengunjung dapat memperoleh informasi secara detail tentang mangrove.

Karena berbagai fasilitas tersebut disepanjang perjalanan kita akan melihat banyak pengunjung dengan bebagai kegiatan, ada yang sedang asik memancing, ada yang berlibur dengan keluarga dan juga ada yang lagi asik berpacaran, bahkan ada yg sedang membuat foto pra wedding disana (seperti yang saya liat waktu terakhir kesana). Pokoknya one stop travelling deh, terutama bagi sahabat yang ingin mencoba objek wisata baru di kota Denpasar. Nah setelah berwisata di Hutan Mangrove terasa laper, ingin mencari tempat makan yang enak, murah, halal dan deket (+/- 1 km) bisa mencoba Warung Khrisna (hehe promosi dikit).

Dengan berbagai kelebihan tersebut, tidak salah jika Kawasan Hutan Mangrove Denpasar ini di penghujung tahun 2009 yang lalu dinobatkan sebagai kawasan hutan Mangrove Terbaik di Indonesia, bahkan sekawasan Asia, info detail klik Antaranews. Hal ini berkat keberhasilan mengembangkan dan melestarikan berbagai jenis tanaman yang tumbuh subur dan lebat, menjadikan kawasan itu menjadi rujukan studi banding para ahli mancanegara. Rombongan para ahli yang melihat dari dekat kawasan bakau (hutan mangrove) antara lain dari Jepang, Jerman, Pilipina, Italia dan Amerika Serikat.

Nah lo, masa orang luar negeri aja mengagumi hutan mangrove kita sementara kita tidak peduli. Makanya ayo selamatkan hutan bakau kita, jangan sampai kita baru menyesal setelah ekosistem hutan bakau rusak. Mari kita sayangi dan lestarikan kawasan hutan mangrove, minimal dengan berwisata kesana, karena sesuai peribahasa "tak kenal maka tak sayang" hehe. Lets` save Mangrove from now.
Agar sahabat sedikit terbayang, berikut saya berikan beberapa foto Hutan Mangrove Denpasar Bali.










0 komentar:

Posting Komentar

 

blogger templates | Make Money Online